Kamis, 21 Agustus 2014

Bagian terpenting dalam kamera DSLR


Bagian bagian kamera ada beberapa macam, yang merupakan kesatuan yang sangat mempengaruhi fungi dari kamera. Suatu kamera terdiri dari beberapa bagian penting, diantaranya:

1. Badan kamera (kotak kedap cahaya), badan kamera adalah bagian yang benar-benar kedap cahaya. Satu-satunya celah dimana cahaya dapat masuk adalah melalui lensa kamera, dimana melalui lensa ini cahaya yang masuk diatur agar tepat mengenai dan membakar film.

2. Sistem lensa, sistem lensa terpasang pada bagian depan badan kamera, berupa sebuah lensa yang terbuat dari plastik atau kaca. Selain lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau orang biasa menyebutnya dengan istilah lensa zoom.

3. Shutter atau pemantik potret, tombol shutter terpasang diantara lensa atau dibelakangnya, kebanyakan jenis kamera SLR memiliki timer untuk mengatur lamanya bukaan lensa secara otomatis.

4. Pemutar film, adalah bagian yang berfungsi sebagai pemutar film sesaat setelah proses pengambilan gambar dilakukan.

Itulah beberapa bagian utama sebuah kamera, selain bagian-bagian tersebut masih ada bagian lain kamera rangefinder, lightmeter, autofocus, dll. 

Pengertian ISO pada Kamera DSLR

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  1. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  2. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
  1. Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  2. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  3. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.

Tips Merawat kamera DSLR

1 . Merawat bodi kamera.
Bersihkan bagian luar bodi kamera dengan kain yang lembut, gunakan blower untuk menyingkirkan debu yang menempel di sudut-sudut. Pembersihan bagian dalam dimulai dengan menggunakan blower, lalu blower brush untuk kotoran yang membandel, me-lock up mirror ke atas jika ingin memblower bagian sensor. Saya tidak merekomendasikan anda untuk membersihkan sendiri jika ada kotoran yang membandel di bagian sensor kamera karena sensor adalah bagian yang sangat sensitif.

2. Merawat lensa.
Jangan menyentuh bagian optis lensa dengan jari, pasang selalu filter pelindungnya atau gunakan lens hood. Pasang selalu tutup lensa jika tidak sedang digunakan untuk mengurangi resiko debu menempel. Jika ingin membersihkan lensa, gunakan blower terlebih dahulu, lalu lens brush, baru lens cloth jika ada bekas jari yang menempel.

3. Merawat batere.
Jangan mencharge batere secara berlebihan, segera cabut jika sudah penuh. Lepaskan batere dari dalam kamera jika sedang tidak digunakan, usahakan agar hanya memakai batere original.

4 . Merawat kartu memori.
Biasakan untuk menyimpan kartu memori di dalam casingnya agar terhindar dari debu, terpapar benda bermedan magnet dan memperpanjang umur kartu memori.

5 . Penyimpanan kamera.
Jika memiliki dana lebih dapat dipertimbangkan untuk memiliki drybox yang menggunakan alat pengatur kelembaban sebagai tempat penyimpanan kamera atau cara hemat seperti saya, simpan kamera di dalam plastik ber-clip yang diberi silica gel, simpan di tempat kering dan jauhi benda-benda bermagnet.

Dengan cara seperti ini mudah-mudahan peralatan fotografi anda bisa lebih awet dan berumur panjang.Ketika kamera SLR analog pertama saya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, baru saya sadar kalau saya sudah tidak melakukan perawatan yang seharusnya dilakukan pada sebuah kamera. Tidak seperti ketika masih baru, setiap hari pasti dilap sampai mengkilap. Tapi ketika kesibukan dan pekerjaan sehari-hari sudah menyita waktu, maka perawatan rutinpun terabaikan.